Dinas Pariwisata Provinsi NTB melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah terkait Vaksinasi dan CHSE yang berlangsung di Kantor Bupati Lombok Tengah.
Dalam rapat ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa Dari sisi perkembangan industri hotel dan restaurant sudah di laksanakan vaksinasi jumlah data 1317 Pelaku Usaha di mandalika, 88 di novotel. Terkait dengan obyek ekraf dan rekreasi buatan seperti kolam renang belum sertifikasi dan CHSE nya. Untuk pelaku travel dan guide belum tervaksinasi.
Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah akan melakukan rapat susulan bersama stake holder terkait perkembangan dari vaksinasi dan CHSE yang ada di destinasi wisata. “ Yang menjadi kendala dalam kegiatan ini adalah fasilitasnya dan kurangnya skema“, ujar Lalu Muhammad Hatta Kepala Bidang Pengembangan SDM Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah.
Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah akan memasang branding mengenai vaksinasi dan CHSE ini. Tujuannya untuk meyakinkan masyarakat dan aparat bahwa pemerintah kabupaten serius dalam kegiatan ini.
Selain itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait dosis dalam vaksinasi.
Nantinya vaksinasi dan sertifikasi CHSE ini harus paralel dijalankan pada destinasi wisata yang ada di Nusa Tenggara Barat khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, mengingat Mandalika yang merupakan salah satu Kawasan Super Prioritas Nasional.