Pada 27 hingga 28 Januari lalu, Dinas Pariwisata NTB bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf RI) telah menyelenggarakan Temu Bisnis Penguatan Rantai Pasok Industri Kreatif Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di DPSP Mandalika.

Mengambil lokasi di Merumatta, Senggigi, kegiatan ini bertujuan untuk menjembantani antara pelaku ekonomi dibidang perhotelan dengan para pelaku UMKM yang ada di Pulau Lombok. Sehingga diharapkan para pelaku ekonomi tersebut dapat memanfaatkan produk-produk lokal dalam memenuhi kebutuhan hotel.

Kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua hari ini sukses menghadirkan 27 hotel di pulau Lombok dan 92 pelaku UMKM yang telah terkurasi dari bidang fashion, kriya, dan kuliner.

Diketahui, melalui kegiatan tersebut, berhasil diperoleh nilai transaksi ekonomi sebesar Rp. 1.740.360.000. Nilai yang cukup fantastis ini tentunya memberikan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Dari hasil Temu Bisnis ini, kita telah sukses melakukan transaksi dengan para pelaku ekonomi dibidang hotel dengan UMKM hingga 1.7 miliar rupiah. Ini adalah angka yang cukup fantastis, semoga tahun selanjutnya akan lebih besar lagi,” jelas Kadispar NTB, H. Yusron Hadi.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pula penandatanganan kesepakatan kerja sama antara buyer dan seller secara simbolis yang disaksikan langsung oleh seluruh peserta. Salah satu pelaku UMKM yang bershasil menjalin kerja sama adalah UMKM Pusaka Abadi Jaya Penakaq asal Lombok Timur dengan Raja Hotel, Mandalika.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan ekosistem yang baik untuk menciptakan kerja sama lainnya antara pelaku usaha dibidang perhotelan denban UMKM lainnya, sehingga dapat memberikan dampak positif demi kebangkitan ekonomi, khususnya dibidang pariwisata.