Pada event Festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek yang telah diselenggarakan pada 30 Juni – 8 Juli 2023 lalu, Desa Wisata Sukarara berhasil menghadirkan sebanyak 2023 orang penenun yang berasal dari Desa Wisata Sukarara.

Buah hasil kerja keras yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Desa Wisata Sukarara akhirnya tercapai. Pada Kamis (13/7) bertempat di Kantor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Semarang, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB (Jamaluddin Malady) didampingi oleh Kepala Bidang Kelembagaan Dispar NTB (Mawardi) beserta Kepala Desa Wisata Sukarara (H. Saman Budi) akhirnya berhasil membawa pulang Piagam Penghargaan MURI yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.

Jamaluddin Malady menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas capaian yang berhasil didapatkan oleh Desa Wisata Sukarara.

“Momen event Festival Sukarara Begawe Jelo Nyensek menjadikan tenun Sukarara mendunia terkenal sampai seluruh dunia, tenun songket saat ini lagi tren dan berdampak pada peningkatan nilai jual tenun,” jelasnya.

Kepala Bidang Kelembagaan Dispar NTB, Mawardi menyampaikan bahwa ini adalah hasil kerja keras dari seluruh masyarakat Desa Wisata Sukarara dan dukungan dari stakeholder-stakeholder lainnya.

“Sebagai warga masyarakat asli Sukarara saya merasa bangga atas penganugerahan dan prestasi yang kita dapatkan. Harapannya semoga tenun Desa Wisata Sukarara semakin mendunia dan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi seluruh masyarakat,” harapnya.