
Rinjani Begawe Festival (RBF) 2022 resmi dibuka dengan tari tradisional Suling Dewa, di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, pada Kamis (10/3) lalu.
Tarian ini merupakan tarian yang berasal dari masyarakat adat Bayan sebagai bagian dari ritual pemanggil hujan pada musim panas.
RBF 2022 merupakan event yang digagas oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”.
Dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Umi Rohmi, event ini juga diniatkan sebagai bentuk serangkaian dukungan menggiatkan kembali wisata pendakian menjelang MotoGP dan G20.
Deddy Asriady selaku Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), melaporkan bahwa festival ini sekaligus menjadi penanda akan dibukanya kembali 6 jalur pendakian Gunung Rinjani setelah ditutup tiga bulan yang lalu karena cuaca.
“Rinjani Begawe ini sebagai bentuk syukur sekaligus penanda bahwa Rinjani siap dibuka dan didaki” ujarnya.
Tidak sampai disitu, dalam festival ini juga pihak TNGR menyampaikan bahwa proses pembelian tiket nantinya akan menggunakan aplikasi e-rinjani dan akan tetap dibatasi perharinya.
“Nanti masyarakat membeli tiket melalui e-rinjani, dan perharinya akan dibatasi. Jadi kalau hari itu habis, bisa pilih hari berikutnya” tambahnya.
Wakil Gubernur NTB, Umi Rohmi, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak mendaki Gunung Rinjani untuk tetap patuhi aturan dengan menjaga kebersihan seperti memastikan sampah harus dibawa turun dan dibuang ditempat sampah yang disediakan pengelola.
“Sampah ini adalah satu permasalahan digunung, jadi siapapun yang mendaki harus diingatkan agar tidak membuang sampah. Kalau bisa sampahnya dibawa turun” tutupnya.