
Salah satu Karisma Event Nusantara (KEN) untuk wilayah Nusa Tenggara Barat yakni Gili Festival kembali digelar di Gili Trawangan, Lombok Utara.
Event ini merupakan KEN ketiga yang berhasil diselenggarakan setelah sebelumnya Festival Bau Nyale pada bulan Februari dan Festival Senggigi Sunset Jazz pada bulan Agustus lalu.
Gili Festival 2023 ini dibuka dengan ritual adat Rebo Bontong atau Mandi Safar, yakni ritual mandi bersama yang dilakukan oleh masyarakat Suku Sasak. Salah satunya warga di Desa Gili Indah, Lombok Utara.
Event ini dihadiri langsung oleh Restok Krisna Kusuma, selaku Staff Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf RI. Dia menyampaikan bahwa diawali dengan ritual Rebo Bontong, Gili Festival ini berjalan dengan lancar dan terlihat membawa kegembiraan bagi seluruh masyarakat dan wisatawan yang datang.
“Event ini membawa kegembiraan bagi seluruh masyarakat, sehingga kegembiraan inilah yang membawa kita bisa bekerja dengan lebih baik. Semoga kedepannya Nusa Tenggara Barat khususnya Gili Trawangan semakin maju,” jelasnya.
Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Maldy turut hadir pada event tersebut juga menyampaikan bahwa melalui penyelenggaraan Gili Festival ini semoga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di NTB.
“Kami dari Pemerintah Provinsi NTB mengapreasiasi penyelenggaraan event ini dan berharap bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya,” tutupnya.

Kegiatan lalu dilanjutkan dengan ritual sembek (penandaan bagi tamu yang memasuki kawasan masyarakat adat) yang dilakukan oleh tokoh adat masyarakat kepada tamu undangan yang hadir, lalu di akhiri dengan bersama-bersama mandi dipinggir pantai.
Gili Festival 2023, akan digelar dari tanggal 13-16 September 2023 dengan rangkaian acara seperti carnaval, ngelarung laut, fruit carving, peresean, fire dance, beach and coral cleaning day, live DJ, dan masih banyak lagi.

