Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan yang dalam pertimbangannya menyatakan bahwa pembangunan kepariwisatan adalah kesatuan yang terkoordinasi yang dikembangkan secara terkoordinasi , meliputi pemerintah daerah , swasta dan masyarakat , suber daya manusia , regulasi dan mekanisme operasional yang secara berkesinambungan guna menghasilkan perubahan kearah pencapaian tujuan di sektor pariwisata.

Pembangunan kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana daya tarik serta manusia di destinasi pariwisata. Sebagaimana amanah dalam Undang-undang kepariwisataan pasal 24 bahwa setiap orang berkewajiban: 1) menjaga dan melestarikan daya tarik wisata; dan 2) membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata. ,agar jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa terus meningkat.

Pembangunan daya tarik perlu memperhatikan dan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah dalam pembangunan destinasi pariwisata agar tercipta kondisi yang kondusif bagi wisatawan.Karena itulah, dengan Rakor pariwisata ini akan bisa menjadi acuan sinergitas antara semua pihak dalam membangun pariwisata. Dengan mendapatkan berbagai masukan dari peserta yang hadir, maka kesamaan persepsi, kesamaan visi dan misi, tukar-menukar informasi, kerjasama dan koordinasi antar OPD dan antar Propinsi dengan kabupaten/Kota dapat tercipta.“Karena saat ini pariwisata bukan lagi sektor yang bisa dikesampingkan. Pariwisata memiliki peranan yang penting dalam pembangunan, maka semua pihak harus bersama-sama mengembangkannya,”.

Kunci utama dalam mencapai target 4,5 juta wisatawan di tahun 2020 tidak lain adalah Keamanan, Kenyamanan, Kebersihan serta Keramahan para masyarakat yang ada di Nusa Tenggara Barat, “Kalau destinasi wisata itu bersih dari sampah, fasilitas toiletnya bersih dan harum, masyarakatnya juga ramah, saya yakin wisatawan akan senang untuk berkunjung ke Nusa Tenggara Barat, dan bahkan akan bercerita kepada dunia tentang pengalaman mereka saat berkunjung ke Lombok dan Sumbawa. para wisatawan ini juga berperan penting sebagai media promosi langsung yang sangat efektif bagi NTB,” ujar Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd saat membuka Rakor Pariwisata Daerah 2019 dan Sinkronisasi Program Kepariwisataan, Menuju 4,5 juta Wisatawan Nusa Tenggara Barat 2020, di hotel Lombok Raya Mataram NTB, Rabu (9/10/2019) Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi ini juga menegaskan bahwa Kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat ini merupakan daerah yang di karuniai Keindahan yang luar biasa oleh Allah SWT, maka mari kita bersama-sama menjaga karunia keindahan ini, yang salah satunya dengan benar-benar mencintai lingkungan kita, menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan agar bebas dari sampah, ajaknya.

Melihat masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat, ia juga mengajak para pelaku pariwisata dapat memberikan contoh bagaimana memilah dan mengelola sampah dengan baik. Juga harus ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya memilah sampah organik maupun non organik, sehingga mudah diolah yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ketika program bersih lingkungan dan bebas sampah ini tercapai, Umi Rohmi optimis bahwa kunjungan 4,5 juta wisatawan di tahun 2020 akan mudah terwujud.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Moh. Faozal., S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana, dengan daya tarik dan SDM di destinasi pariwisata yang ada. Kita harus dapat menjaga dan melestarikan daya tarik wisata dan terus membantu terciptanya suasana yang aman, tertib, bersih, ramah serta menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata.

Oleh karena itu kita harus terus melakukan penataan sarana prasarana, pembenahan amenitas dan peningkatan kelembagaan masyarakat serta tata kelola destinasi wisata yang ada, termasuk SDMnya harus benar-benar serius di tingkatkan kualitasnya. Ujar Kadispar NTB.

Kami juga mendorong setiap desa wisata untuk terus menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan dengan membentuk bank sampah di setiap desa wisata untuk mendukung program zero waste.

Rapat Koordinasi Singkronisasi Program Kepariwisataan Nusa Tenggara Barat 2019 dan Ikhtiar menuju 4,5 juta Wisatawan Nusa Tenggara Barat 2020 itu ditandai dengan pemukulan gendang beleq secara bersama oleh  Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Rohmi Djalilah, M. Pd, didampingi Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI Anang Sutono, Kadispar H. Lalu Moh. Faozal, Kadis Pemuda dan Olahraga Ir Husnanidiaty Nurdin , Kadis Perdaganagan NTB Hj Putu Selly Andayani,  Direktur ITDC I Gusti Ngurah Ardita, GM Angkasa Pura I LIA Nugroho Jati.