Mataram-28/05/21. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.Yusron Hadi menghadiri Pembekalan KKN Bina Desa Terpadu Universitas Hamzanwadi tahun akademik 2020/2021 secara virtual.

Dalam paparannya ia menjelaskan materi yang berjudul “Pengembangan Desa Wisata Terpadu” Yang berisikan tentang regulasi pemerintah di dalam pengembangan desa wisata di NTB.
Mengawali pemaparannya ia juga mengungkapkan bahwa kedepan yang akan kita kedepankan di dalam mengembangkan kepariwisataan adalah berfokus pada kualitas kepariwisataan yang kita miliki.

“5 tahun terakhir kita lihat bersama yang menjadi fokus utama adalah jumlah kunjungan wisatawan, sudah waktunya kita merujuk pada kualitas kepariwisataan, kita harus memastikan bahwa seluruh aspek penunjang yang ada di setiap destinasi baik dimulai dari dasar laut hingga puncak gunung Rinjani, terlebih lagi pada desa wisata harus jelas kebersihan, keamanan, kenyamanan, ketertiban serta di dukung dengan keindahan alam, sehingga dengan begitu tentu angka kunjungan pun akan semakin meningkat” Ujarnya

Desa-desa wisata kita di Lombok dan Sumbawa juga memiliki beragam atraksi dan ekraf yang tentu sangat mumpuni untuk kita sama-sama banggakan dan promosikan bersama secara masiv, karena di setiap desa wisata memiliki ciri khas yang berbeda dan harus merujuk pada sosial kemasyarakatan.

“wisatawan mancanegara juga sangat tertarik dengan aktivitas masyarakat di desa wisata, apapun aktivitasnya ketika di kemas semenarik mungkin tentu akan menjadi atraksi yang dapat di jual, seperti contoh kegiatan menanam dan panen padi bersama masyarakatpun bisa menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan bagi mereka, kembali lagi bagaimana kita mengemas atraksi tersebut semenarik mungkin” Sambungnya

Di samping itu berbicara tentang kaitan Industrialisasi dengan Pariwisata yang sebenarnya dimaksudkan adalah bagaimana masyarakat desa wisata dapat mengembangkan kreatifitas-kreatifitas yang dihasilkan baik berupa makanan maupun cenderamata yang dikemas semenarik mungkin kemudian di berikan branding ciri khas desa tersebut.

Dan untuk menunjang program program tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sudah membangun jejaring NTB Creative Hubb yang terdiri dari anak-anak muda millenial dengan segala keahliannya dibidang teknologi dan berkolaborasi dengan seluruh aspek-aspek kepariwisataan untuk di angkat ke muka dunia melalui media Digitalisasi.

Kedepannya Dinas Pariwisata Prov. NTB akan melakukan pemetaan Destinasi dan Desa Wisata yang dapat di deklarasikan sebagai Zona Hijau sehingga wisatawan tidak ragu lagi untuk datang berkunjung kembali ke NTB.

Dinas pariwisata provinsi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia telah mengidentifikasi dan melaksanakan kurasi produk-produk unggulan NTB bertujuan agar produk tersebut dapat di pasarkan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalka yang menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP 2022.

Berkaitan dengan mandalika yang nantinya sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP 2022, desa-desa wisata yang ada juga didorong untuk membangun homestay, tentunya strategi ini juga sangat membantu memudahkan wisatawan yang datang untuk menyaksikan perhelatan MotoGP mendapatkan penginapan yang dekat, indah, nyaman dan kebersihan adalah tonggak utama dari aspek tersebut.

“Ketika desa wisata memiliki homestay yang memadai tentu ini akan menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati destinasi wisata yang ada selain menyaksikan perhelatan MotoGP, dan jumlah wisatawan yang datang saat itu tidak sedikit, bisa puluhan bahkan ratusan ribu wisatawan akan datang dari berbagai negara, dan ini adalah kesempatan untuk NTB untuk meningkatkan perekonomian daerah”sambungnya.

Di NTB ini kita memiliki beragam destinasi wisata yang indah luar biasa mulai dari dasar laut hingga puncak gunung, mari kita bersama-sama menjaga dan meningkatkan kualitas kepariwisataan kita agar nama NTB semakin terkenal di kancah Dunia.