udah diketahui, penginapan saat ini menjadi salah satu kebutuhan krusial dalam pelaksanaan MotoGP 2022 mendatang untuk mengakomodir penonton yang diperkirakan mencapai 100.000 orang. Oleh sebab itu, untuk menampung wisatawan yang hadir dilakukan identifikasi ketersediaan kamar penginapan terutama homestay, hotel melati, dan sarana hunian sementara (Sarhunta).
Untuk mempersiapkan hal tersebut, pada Jumat (21/01) Dispar NTB telah mengundang asosiasi travel dan beberapa perwakilan penginapan di Lombok untuk membahas ketersediaan kamar dari seluruh penginapan tersebut.

Dalam Sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata NTB , H. Yusron hadi menyampaikan bahwa kita semua harus betul-betul menghimpun data dan mengidentifikasi kesediaan kamar-kamar di Hotel Melati, Homestay, maupun Sarhunta di Lombok agar segera dapat ditawarkan pada tamu-tamu yang akan datang.

“Rapat ini menjadi ikhtiar dari Dinas Pariwisata NTB untuk mengawinkan antara pelaku usaha penginapan dengan pelaku usaha travel, sebagai langkah untuk membantu memasarkan hotel melati , homestay, maupun sarhunta yang belum terjual terutama yang berada di sekitar Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Gili Matra,” jelasnya.

Kadispar NTB menambahkan, bahwa sejauh ini Dinas Pariwisata NTB memiliki tiga strategi untuk mendukung pemasaran hotel melati, homestay, dan sarhunta.

“Diantaranya adalah identifikasi hotel melati, sarhunta, dan homestay, kunjungan lapangan dan travel mart,” ungkapnya.