1. Permainan Baleba
Baleba merupakan permainan yang dilakukan oleh dua orang laki-laki dewasa atau orang tua di daerah Dompu. Alat pendukung permainan ini adalah 2 potong kayu panjang 30 cm. Permainan diawali oleh salah seorang pemain. Ia melakukan gerakan pembukaan yang diakhiri dengan sikap hormat kepada penonton kemudian lawannya bermain juga melakukan gerakan yang sama. Selanjutnya kedua pemain sama-sama memasuki arena untuk saling menghormat dengan sikap saling menundukkan kepala, setelah itu barulah mereka saling memukul. Masing-masing pemain berusaha agar pukulannya mengenai tubuh lawan.
Permainan ini semakin seru apabila bunyi gendang pengiring bertambah keras sampai akhirnya permainan dinyatakan berhenti apabila salah seorang pemain memberikan kode bahwa dia sudah tidak mampu lagi melanjutkan permainan. untuk selanjutnya diganti dengan pemain lainnya. Biasanya permainan ini dilaksanakan pada upacara kegiatan adat seperti khitanan, perkawinan dan acara keramaian lainnya.
2. Permainan Mpaa Sila
Mpaa sila berarti permainan silat di daerah Bima dan Dompu. Permainan dilakukan oleh dua orang laki-laki dewasa. Pada masa lalu Mpaa sila merupakan permainan rakyat yang dipersembahkan kepada Sultan Bima ketika berlangsung upacara adat.
Pada permainan Mpaa Sila, masing-masing pemain dengan pedang di tangan menunjukkan ketangkasan bermain silat dan bermain pedang. Sambil bergerak kesana kemari, berkeliling, sebagaimana layaknya orang menari. Ketika itu seorang pemain mengintai dan merancang strategi untuk mengenai lawannya sedangkan seorang lagi mengantisipasi agar tidak kena tebasan pedang lawan atau sapuan kaki lawan.
Dalam permainan ini, tidak ada yang kalah atau menang serta lama waktu permainan tidak ditentukan. Dalam pertandingan Mpaa Sila, pemain harus dapat menunjukkan ketangkasan bermain silat dan pedang.