Siapa nih #Sobatwisata yang belum sama sekali mengunjungi Objek Wisata Gunung Jahe? Wah pastinya rugi banget Sob!
Selain bisa menikmati keindahan danaunya, disana #Sobatwisata juga bisa melakukan banyak aktivitas, mulai dari berkemah (camping ground), bersantai di berugak tepi danau, bersampan mengelilingi danau, hingga berjalan-jalan di pematang dan berswafoto dengan latar pemandangan yang cantik.
Tapi, tahukah #Sobatwisata asal-usul dari nama Gunung Jahe?
Menurut Pokdarwis yang mengelola obyek wisata ini, dinamakan Gunung Jahe karena terkait dengan keberadaan mata air dan kolam kecil yang di keramatkan di salah satu sudut persawahan yang ada di sebelah danau.
Ketika menginginkan sesuatu masyarakat Desa Sedau akan berdoa di dekat mata air dan kemudian mandi dengan air yang ada di kolam itu. Setelahnya mereka akan menaiki undakan yang tingginya sekitar tiga meter ke bagian yang lebih tinggi di persawahan tersebut.
Jika permohonannya akan terkabul maka akan ada tanda yaitu pegunungan yang jauh di sebelah utara desa itu akan terlihat sangat dekat dan nampak jelas seperti di depan mata, dan nampak gunung atau perbukitan tersebut penuh dengan tanaman jahe.
Walaupun hanya dongeng belaka, tapi ternyata cerita tersebut cukup kuat mengakar dalam memori kolektif masyarakat di Desa Sedau, hingga menjadi dasar penamaan area tersebut.