Umma Lengge merupakan rumah tradisional asal masyarakat suku Bima dan Dompu yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya di daerah Bima dan Dompu di pulau Sumbawa. Arsitektur Umma Lengge memiliki desain yang khas yang mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi alam setempat, serta menggambarkan cara hidup tradisional yang erat dengan budaya agraris.
Umma Lengge memiliki bentuk atap seperti kerucut yang cukup tinggi dan menjulang, yang melambangkan adaptasi terhadap iklim setempat. Bentuk atap tersebut berfungsi untuk memudahkan aliran hujan sehingga tidak merusak bangunan. Rumah Umma Lengge hanya mempunyai satu ruangan besar yang digunakan untuk menyimpan hasil panen, seperti jagung, padi, dan bahan pangan lainnya.
Pada bentuk atap rumah Umma Lengge yang menjulang tinggi dianggap sebagai simbol hubungan manusia dengan alam dan Tuhan, mencerminkan filosofi hidup masyarakat Bima dan Dompu yang menghargai keseimbangan alam.
Dalam konsep rumah panggung tidak hanya mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan fisik namun bentuk perlindungan terhadap hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.