Tari Lenggo Bima

Tari Lenggo adalah tarian tradisional yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tarian ini merupakan peninggalan Kerajaan Bima yang pernah berkuasa di NTB. Tari Lenggo memiliki kaitan dengan perayaan Hanta UA PUA atau sirih puan yang merupakan bagian dari sejarah islamisasi di tanah Bima pada abad ke-17.

Gerakan-gerakan anggun yang ditampilkan memiliki makna penuh, dengan kostum tradisional yang menawan, menyuguhkan gerakan yang halus serta terkoordinasi, yang diiringi dengan alunan musik tradisional sehingga menciptakan suasana mendalam.

Source Image : Pinterest
Source Image : Pinterest

Tari Lenggo Merupakan tarian tradisional dari daerah Bima NTB, yang memiliki nilai sakral dan historis. Tarian lenggo umumnya ditampilkan pada upacara adat kerajaan dan perayaan penting lainnya, seperti pernikahan serta penyambutan tamu kehormatan. Tari lenggo menampilkan gerakan yang anggun, dengan ritme yan lambat dan penuh makna yang mencerminkan kehalusan dan keagungan budaya Bima.

Penari lenggo dibawakan dengan berpasang pasangan. Penari perempuan mengenakan pakaian baju lambu yang merupakan baju adat khas bima yang di pasangkan dengan sarung songket motif tradisional. Penari pria memakai baju lambu dengan desain serupa dengan penari perempuan serta dipasangkan dengan sarun atau tenun dengan motif tradisional khas Bima, dan memakai ikat kepala “rimpu”.