Tari Gandrung

Penari gandrung perempuan umumnya memakai pakaian kemben berwarna cerah dengan motif tradisional, kain panjang bermotif songket khas lombok yang dibaluti oleh selendang, serta mahkota hiasan kepala berornamen bunga dan motif tradisional. Sedangkan penari gandrung pria memakai baju kurung berwana cerah, kain sarung atau songket motif tradisional khas lombok, dan ikat kepala “sapuk”.

Disetiap gerakan-gerakan mempunyai arti, bercerita mengenai rasa syukur, cinta serta sejarah panjang yang hidup di Lombok. gerakan yang dibawakan dengan penuh energi dan semangat diiringi oleh alunan musik gamelan dan gendang yang akan membuat suasana semakin hidup.

Source Image : osc.medcom.id

Tari Gandrung Merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang dipetunjukkan dengan cara berpasangan yang dimana ada penari wanita dan penari pria yang menampilkan dengan gerakan anggun dan lembut. Mulanya tarian gandrung hanya ditampilkan untuk tarian penghormatan kepada dewa dan leluhur, terutama pada saat setelah musim panen. Masyarakat suku Sasak menggunakan tarian tersebut sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil bumi yang melimpah.

Namun kini tarian gandrung di Lombok semakin berkembang dengan berbagai pengaruh budaya, baik dari Jawa, Bali, hingga pengaruh agama Islam yang kuat di Lombok. Tari gandrung melambangkan ungkapan syukur setelah musim panen dan penyambutan tamu terhormat.