Sakeco

Sakeco ini dilakukan oleh para lelaki (dua pria disatu pihak dan dua pria dipihak lainnya) menembangkan lawas sambil membunyikan rebana. Lawas yang ditembangkan berisi cinta kasih pemujaan, kepatriotan, perjuangan yang penuh heroik, mengedepankan masalah pembangunan dan perjuangan hidup yang dikaitkan dengan gotong royong yang berazaskan kekeluargaan. Selesai disatu pihak disambung dan dibalas oleh pihak lain. Begitu seterusnya.

Kombinasi antara seni bela diri dan puisi yang penuh makna, Karakter unik dengan kostum yang bewarna-warni diiringi dengan alunan musik tradisional Sumbawa dipadukan oleh keindahan dari kata-kata puisi yang menyentuh hati.

Source Image : budayasukusamawa.blogspot.com

Sakeco adalah seni pertunjukan tradisional khas Sumbawa yang menggabungkan elemen seni bela diri dan puisi tradisional (pantun). Pertunjukan sakeco umumnya ditampilkan oleh dua orang yang saling berbalas pantun dengan iringan alat musik tradisional seperti gong dan gendang. Sakeco sering dipentaskan dalam acara adat atau perayaan penting seperti pernikahan atau upacata keagamaan.

Pada pertunjukan sakeco umumnya memakai pakaian tradisional khas Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penampil pria mengenakan baju berlengan panjang, celana longgar serta ikat kepala, yang mencerminkan budaya lokal dan kesederhanaan penampilan, namun tetap menunjukkan kekuatan dan keanggunan dalam gerakan seni bela diri.