Gerakan-gerakan yang kompak, tangan dan kaki yang berirama dengan penuh energi. Diiringi dengan alunan musik rebana yang akan membuat suasana makin hidup. Serta mempunyai pesan moral dan spiritual menjadikan masyarakat ingat akan kebersyukuran dan kebersamaan.
Rudat Memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan penyebaran agama Islam di Lombok. Seni pertunjukan tarian rudat mulanya muncul sekitar abad ke-16, pada saat ulama-ulama dan penyebar agama Islam dari Timur Tengah atau Gujarat berdatang ke Lombok. Dari hal tersebutlah diperkenalkannya berbagai bentuk kesenian yang bermanfaat sebagai sarana dakwah salah satunya yaitu tari rudat.
Nama rudat sendiri berasal dari kata arab “rawada,” yang berartikan latihan atau persiapan. Tarian rudat dipergunakan sebagai media agar melatih keterampilan bela diri dan disiplin spiritual di kalangan pemuda Sasak.
Penari rudat umumnya kelompok pria yang melakukan gerakan tari sambil melantunkan syair-syair religius. Tari rudat diiringi oleh rebana dan alat musik tradisional lainnya yan memberikan ritme religius.