
Hai, Sobat Wisata! Tahu nggak kalau Ampenan itu adalah salah satu kecamatan di Kota Mataram, NTB? Dulunya, daerah ini adalah pusat kota dan pelabuhan utama di Pulau Lombok lho. Bukti-bukti sejarahnya masih bisa kita lihat sampai sekarang, seperti bangunan-bangunan tua yang dulu dipakai sebagai gudang di zaman kolonial Belanda.
Ampenan juga punya banyak kampung yang jadi bukti adanya interaksi dengan dunia luar. Ada Kampung Jawa, Kampung Tionghoa, Kampung Bugis, Kampung Melayu, dan masih banyak lagi! Menurut catatan sejarah, perkembangan Kota Bandar Ampenan dimulai sekitar tahun 1741, ketika Kerajaan Karang Asem dari Bali mengambil alih wilayah ini. Pelabuhan di sini dibangun oleh I Gusti Wayan Taga, wakil kerajaan yang tinggal di Tanjung Karang, dekat Pantai Ampenan. Dari pelabuhan ini, hasil pertanian seperti beras, kapas, dan kacang hijau diekspor ke berbagai wilayah. Sebaliknya, barang-barang impor seperti sutra, emas, dan besi masuk melalui Ampenan.
Saat ini, Kota Mataram berkembang pesat dengan berbagai bangunan modern di berbagai sudut kota. Tapi, kalau Sobat Wisata main ke kawasan Ampenan, dari Jembatan Ampenan sampai Pantai Boom (Pantai Ampenan sekarang), kamu masih bisa merasakan suasana masa lampau. Banyak bangunan tua yang masih berdiri kokoh, meski beberapa kurang terawat. Dulunya, pelabuhan Ampenan menjadi pusat aktivitas sebelum akhirnya dipindahkan ke Pelabuhan Lembar pada tahun 1977.
Ampenan juga dikenal sebagai Kota Tua dengan ratusan bangunan berarsitektur Belanda yang masuk dalam cagar budaya. Meski saat ini beberapa bangunan terlihat rusak dan tidak terawat, kawasan ini masih menyimpan pesona tersendiri. Apalagi, Ampenan sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 43 kota pusaka di Indonesia oleh Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).
Pemerintah Kota Mataram juga sedang menata kawasan ini agar lebih menarik sebagai destinasi wisata Kota Tua. Bangunan-bangunan tua dicat ulang mengubah bentuk aslinya, dan penerangan jalan dengan gaya klasik juga ditambahkan. Sobat Wisata bisa mampir ke Jalan Niaga, di mana ada ruang kreatif bernama “Ampenan Huis”. Di sini, para seniman dan pelaku budaya bisa menampilkan karya-karyanya setiap akhir pekan. Selain itu, ada juga area UMKM yang ikut berpartisipasi, lho!
Bahkan, Pemkot Mataram berencana membeli bangunan tua bekas Bank Belanda (Nederlandsch Indische Handelsbank) yang ada di kawasan bekas Pelabuhan Ampenan. Bangunan ini direncanakan akan disulap menjadi museum yang menyimpan benda-benda sejarah terkait Pelabuhan Ampenan dan kehidupan sosial masyarakat zaman dulu.
Sobat Wisata yang mau ke Ampenan, tenang aja, karena jaraknya dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bandara Lombok) sekitar 40 km, atau sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil. Cukup dekat kan? Jadi nggak ada alasan buat nggak mampir dan menikmati keindahan serta sejarah Kota Tua Ampenan!