Istana Sultan Sumbawa (Dalam Loka)

Istana Dalam Loka dibangun pada tahun 1885 dan merupakan rumah tinggal sekaligus tempat bertahtanya Sultan Muhammad Djaluddin III. Istana ini terbuat dari kayu, berbentuk rumah panggung, dengan atap kembar yang megah.

Istana dalam loka merupakan sebuah bangunan bersejarah yang terletak di kota Sumbawa Besar, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Istana dalam loka adalah peninggalan kesultanan Sumbawa yang dibangun pada abad ke-19 oleh Sultan Muhammad Jalaluddin III. Secara arsitektural, Istana Dalam Loka mencerminkan kekayaan budaya lokal dengan perpaduan gaya arsitektural tradisional asal Sumbawa dan elemen islam.

Istana dalam loka berbentuk rumah panggung dengan tiang-tiang kayu besar yang menopang bangunan utama. Terdapat 99 tiang penyangga yang melambangkan 99 Asmaul Husna, mencerminkan pengaruh nilai-nilai keagamaan dalam desain kebangunan.

Istana Dalam Loka terdiri dari dua lantai. Lantai pertama umumnya berfungsi sebagai ruang serbaguna, tempat berlangsungnya upacara adat serta pertemuan kerajaan. Lantai kedua digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan dan juga sebagai tempat menerima tamu kehormatan. Atap Istana Dalam Loka berbentuk menyerupai tumpeng yang bertingkat, menyerupai bentuk atap rumah tradisional Sumbawa. Bentuk tersebut memberikan sirkulasi udara yang baik dan membantu menjaga suhu di dalam bangunan agar tetap sejuk.

Ornament luar Istana yang tradisional terutama di atap dan dinding menggambarkan pola-pola khas Sumbawa yang seringkali bermotif flora dan fauna memberikan sentuhan artistic pada istana.