Dilaksanakan secara hybrid, Dinas Pariwisata NTB kembali melakukan rapat koordinasi ketersediaan dan keterisian akomodasi menjelang MotoGP 2022 pada kamis (23/2).

Dipimpin Kepala Bidang pengembangan Destinasi Pariwisata, H. Ahlul Wakti rapat ini dihadiri oleh Kadispar NTB, Asosiasi, Online Travel Agent (OTA), Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dan Pengelola Desa Wisata se- Pulau Lombok.

Sebagai Kepala Bidang dan koordinator terhadap pendataan akomodasi, Ahlul menyampaikan bahwa saat ini tercatat sekitar 45% akomodasi penginapan yang masih belum terisi, sehingga diharapkan melalui rapat ini dapat menghasilkan solusi dalam mendukung penyebaran informasi terkait ketersediaan akomodasi menjelang MotoGP 2022.

“Ada sekitar 45% data akomodasi kita yang masih belum terisi, dan mohon kita dapat bersinergi dalam mencari solusi terkait bagaimana kita mempromosikan akomodasi yang belum terisi” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini H. Yusron Hadi juga menegaskan bahwa dari 45% kamar yang belum terisi ini, para Asosiasi maupun OTA perlu bersinergi membantu mempromosikan dan menjual paket-paket wisata yang telah disusun dengan syarat bahwa seluruh pengelola Akomodasi tidak menaikkan tarif harga kamar yang sudah ada sebelumnya atau tetap menggunakan tarif harga normal.

Selain itu, Kadispar NTB juga mengingatkan kepada seluruh pengelola Penginapan, Restoran, dan Toko Souvenir agar menerapkan penggunaan Aplikasi PeduliLindungi serta mengurus sertifikasi CHSE untuk meningkatkan kepercayaan calon wisatawan Ketika berkunjung nantinya.

“Untuk menarik wisatawan, perlu adanya harga yang pas dan tidak perlu dilebih-lebihkan, pakai tarif normal saja. Terus jangan lupa, untuk segera di urus barcode aplikasi pedulilindungi dan sertifikat CHSEnya agar wisatawan yang datang percaya bahwa semua dalam kondisi yang aman” pungkasnya.