
30 hari menuju perhelatan MotoGP, berbagai aspek termasuk dibidang hiburan, atraksi seni dan budaya semakin dipersiapkan.
Untuk mematangkan persiapan tersebut, Dinas Pariwisata NTB mengumpulkan berbagai komponen, mulai dari pelaku usaha dibidang perhotelan, musisi lokal, dan juga mengundanb asosiasi-asosiasi pelaku wisata lainnya.
Dalam pembukaannya, H. Yusron hadi menyampaikan tujuan diadakannya pertemuan tersebut adalah dalam rangka membahas terkait dengan bagaimana upaya seluruh pelaku usaha pariwisata bisa menyemaraakkan perhelatan MotoGP.
“Tidak hanya itu, kami juga ingin mengecek kembali komponen pariwisata mana yang belum terakomodir untuk memeriahkan MotoGP, misalnya dari komponen seniman dan musisi,” jelasnya.
Kadispar NTB menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi saat ini meminta pihaknya untuk mencermati agar keramaian tidak hanya akan fokus di Mandalika, tetapi juga harus tersebar di seluruh daerah dan destinasi lainnya.
Wilayah yang akan diintervensi seperti daerah BIZAM, Pasar Seni Senggigi, Area Mandalika dan Sirkuit, Islamic Centre, Taman Sangkareang, Pelabuhan Bangsal, Sembalun, dan juga Tetebatu di Lombok Timur.
“Harapan kita di lokasi-lokasi yang sudah diintervensikan tersebut akan ada diselenggarakan pentas seni, musik, tari-tarian, pameran, dan berbagai jenis hiburan lainnya. Hal ini kita lakukan agar seluruh destinasi-destinasi lainnya ikut nampak memeriahkan perhelatan MotoGP,” tambahnya lagi.
Sementara itu, perwakilan PHRI yang turut hadir pada pertemuan tersebut mendukung penuh rencana tersebut dan akan membantu untuk mempromosikannya kepada seluruh tamu yang menginap di Hotel.
Setali tiga uang dengan itu, Amtenar sebagai perwakilan musisi lokal juga menyampaikan dukungannya dan siap untuk ikut meramaikan perhelatan MotoGP.
Melalui kegiatan ini, H. Yusron meminta kepada seluruh undangan untuk berkomitmen bersama-sama menyukseskan MotoGP nanti, sehingga akan memberikan peluang kerja terutama untuk para musisi selama perhetalan berlangsung.