Lombok, NTB, 24-25 Mei 2021 – Sesuai visi dan arahan presiden mengenai kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat yaitu agar program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat tidak hanya diselenggarakan. Dengan demikian, menjadi tugas pemerintah kini adalah memastikan delivered bukan hanya sent. Hal ini berlaku dalam semua program termasuk yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, salah satu sektor yang penting untuk dikembangkan dalam pembangunan nasional.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Direktorat Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen menggagas program Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara (BEDAKAN). Program BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara) merupakan kegiatan pendampingan pada 25 pelaku usaha kuliner dalam memberikan edukasi kemasan yang menarik pada produk UMKM terpilih. Peserta mendapatkan final artwork berupaa desain logo dan kemasan baru setelah melewati proses redesain 3 level bekerja sama dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).

Dalam BEDA’KAN, ADGI membawa 25 desainer yang telah ditunjuk ADGI dan didampingi langsung oleh pengurus ADGI. Muhammad Neil El Himam selaku Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif menjelaskan bahwa salah satu kendala yang kerap dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usaha adalah masih terbatasnya pengetahuan akan pentingnya peranan desain dalam suatu usaha. “Sebagai salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif, Desain Komunikasi Visual (DKV) memiliki peranan penting dalam merealisasikan program pemerintah,” tambahnya.

Yuke Sri Rahayu selaku Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya di satuan kerja naungannya, BEDA’KAN melibatkan 2 bidang yang terkait yaitu Bidang Kuliner dan Bidang Desain Komunikasi Visual (DKV). “Kegiatan BEDA’KAN dilakukan dengan metode studi kasus atau membedah desain yang ada sehingga diharapkan hasil desain ulang nantinya bisa lebih responsif terhadap kebutuhan yang ada,” ujarnya.

BEDA’KAN pada dasarnya merupakan kegiatan pemberian bantuan pemerintah dalam bentuk pembaharuan desain kemasan produk yang lebih baik dan memiliki value added terhadap produk para pelaku usaha kuliner. Adapun kriteria penerima bantuan BEDA’KAN adalah pelaku usaha khususnya kuliner yang terkena dampak pandemik Covid-19 yang mengalami kerugian akibat omzetnya menurun dan bahkan banyak yang menutup usahanya, berlokasi di sekitar daerah wisata, dan lolos kurasi yang diselenggarakan.

Program ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha kuliner untuk memiliki kemasan produknya dengan tampilan yang lebih menarik, berkarakter, higienis, melindungi produknya dan profesional sehingga semakin menarik perhatian konsumen, meningkatkan rasa percaya diri dalam persaingan global serta membantu pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka, serta membantu pelaku usaha kuliner dalam rangka persiapan tranformasi strategi pemasaran dari offline ke online.

Pelaksanaan progam BEDA’KAN dilakukan dengan sistem online dan hybrid.

Rangkaian acara BEDA’KAN secara teknis akan berlangsung sebagai berikut:

  1. Peserta akan melewati 3 level proses inkubasi yang dilakukan oleh tim dari 4 aspek, yaitu branding, marketing, UMKM, dan desain kemasan. Level 1 hari ini berlangsung selama dua hari dimana masing-masing jenama produk kuliner dapat mempresentasikan produknya lalu kemudian dibedah oleh masing-masing pakar.
  2. Setelah Level 1 hari ini, yaitu satu pekan dari sekarang, pada Level 2 tim pakar desain kemasan memaparkan draft desain kemasan jenama produk yang telah dibuat untuk kemudian dibedah kembali.
  3. Pada level 3 atau finalnya, tim desainer grafis akan memaparkan desain beserta mockup desain kemasan dan dievaluasi oleh peserta dan tim pakar lain.

Program BEDA’KAN sudah berjalan 6 kali di berbagai daerah sejak pertengahan tahun 2020, dengan 25 peserta terpilih di tiap batch. “Kali ini kami juga mengharapkan agar BEDA’KAN 7 juga sama suksesnya dengan batch sebelumnya yang kali ini di Mandalika sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) yang ditetapkan pemerintah.”, ucap Yuke Sri Rahayu selaku Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen dalam pembukaan.

Melalui BEGERAK, diharapkan dapat tercipta ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif melalui komunitas lokal UMKM kuliner dalam pendataan dan penyeleksian penerima manfaat, asosiasi profesi desainer grafis (ADGI) dalam hal peran sebagai tim desainer. Dalam internal ADGI, desainer yang ikut serta adalah desainer senior dan junior sehingga ada transfer ilmu serta keahlian dalam bedah desain kemasan produk kuliner untuk pemberdayaan desainer yang baru merintis dan mengumpulkan portfolio karyanya.